Membenarkan Dukun dan Tukang Ramal

Sesungguhnya dosa yang paling besar di sisi Allah adalah dosa menyekutukan Allah dalam ibadah dengan sesuatu. Seorang muslim yang mati dengan membawa dosa syirik ini dan belum bertaubat maka ia tidak akan diampuni oleh Allah dan tempatnya di neraka selama-lamanya. Tetapi sungguh sangat mengherankan, justru sebagian besar kaum muslimin terjerumus dalam dosa syirik ini baik itu [...]

Menyakiti Orang-Orang Islam dan Mencela Mereka

 Allah Ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al Akzab:58)

MAKNA KESUCIAN DARI BULAN-BULAN HARAM (AL ASY HURUL HURUM)

Al Asy Hurul Hurum adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Bulan-bulan ini di istimewakan oleh Allah Ta’ala dengan kesuciannya dan Dia menjadikan bulan-bulan ini sebagai bulan-bulan pilihan di antara bulan yang ada. Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya [...]

KEUTAMAAN SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH

Sesungguhnya termasuk sebagian karunia Allah dan anugerah-Nya adalah Dia menjadikan untuk hamba-hamba-Nya yang shalih waktu-waktu tertentu dimana hamba-hamba tersebut dapat memperbanyak amal shalihnya. Diantara waktu-waktu tertentu itu adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzulhijjah. Berkenaan dengan firman Allah Ta’ala:

”Demi Fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al Hajr:1-2)

Sebagian Diantara Prinsip Dakwah Ahlus Sunnah

Sebagian Diantara Prinsip Dakwah Ahlus Sunnah
Oleh: Al Ustadz Yazid bin Abdur Qadir Jawas

1. AHLUS SUNNAH MENGAJAK MANUSIA MENTAUHIDKAN ALLAH DAN MENJAUHI PERBUATAN SYIRIK.
Para da’i harus memulai dakwahnya dengaan mengajak kepada tauhid, karena itu merupakan dakwah yang paling utama dan paling mulia. Dakwah tauhid, berarti mengajak kepada derajat keimanan yang paling tinggi. Hal ini sebagaimana sabda [...]

Tidak Boleh Menisbatkan Fenomena Tabdi’ Dan Hajr Yang Kacau Ini Sebagai Manhaj Ahlus Sunnah

FENOMENA TAHDZIR, CELA-MENCELA SESAMA AHLUSSUNNAH DAN SOLUSINYA
Oleh
Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-Abbad Al-Badr
Bagian Terkahir Dari Dua Tulisan [2/2]
Kedua.
Berkaitan dengan cara membantah orang yang melakukan kekeliruan pendapat perlu diperhatikan beberapa perkara sebagai berikut: