Syarah Ayat Kursi (QS Al baqarah :255)

SYARAH AYAT KURSI (QS.AL-BAQARAH :255)

Alloh Ta’ala berfirman:

pict.jpg

Alloh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia 67 Yang Hidup kekal 68 lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) 69;tidak mengantuk dan tidak tidur 70. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi 71. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Alloh tanpa izin-Nya 72. Alloh mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan di belakang mereka 73, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya 74. Kursi Alloh 75 meliputi langit dan bumi. Dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya 76, dan Alloh Maha Tinggi 77 lagi Maha Agung 78. (QS. AlBaqarah:255)

Dari Ubaiy bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bertanya kepadanya tentang ayat paling agung dalam Kitab Alloh (Al Qur’an). Ubaiy menjawab: “Alloh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengulangi pertanyaan tersebut berkali-kali. Kemudian Ubaiy menjawab: “Ayat Kursi.” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Engkau adalah orang yang berilmu wahai Abul Mundzir”, sambil beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memukul dada Ubaiy. (HR. Muslim). Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menyetujui Ubaiy bahwa ayat Kursi adalah ayat paling agung dalam Al Qur’an dan ini adalah dalil atas ilmu yang dimiliki Ubaiy radhiallahu ‘anhu tentang Kitab Alloh. Dalam riwayat Imam Ahmad ada tambahan: “Demi Dzat Yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya dia (Ayat Kursi) mempunyai lisan dan dua bibir yang mensucikan Al Malik (Alloh Maha Raja) disamping penyangga ‘Arsy.”

67 Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan beribadah kepada selain Alloh adalah kebatilan yang paling nyata.

68 Alloh adalah Dzat Yang Maha Hidup Kekal selama-lamanya yang bagi-Nya kehidupan sempurna dan tidak akan mungkin fana’ (hilang/rusak) serta tidak akan cacat atau kekurangan dalam semua segi.

69 Yang Berdiri sendiri dalam mengurusi dan mengatur semua makhluk-Nya. Dia Maha Kaya dan tidak membutuhkan Makhluk-Nya sedangkan makhluk-Nya semua membutuhkan-Nya.

Kedua nama ini (Al Hayyu dan Al Qoyyuum) adalah merupakan Al Ismul A’dham (nama yang paling agung) yang apabila seseorang berdoa kepada Alloh dengannya pasti dikabulkan dan apabila meminta dengannya pasti diberi permintaannya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Nama Alloh Yang Paling Agung yang apabila seseorang berdoa dengannya pasti dikabulkan ada dalam tiga (tempat dalam Al Qur’an) : (1). Dalam surat Al-Baqarah 255, (2) Ali ‘Imran : 2 (3) Taahaa : 111.” (HR. Ibnu Murdawaih dari Abu Umamah)

Semua sifat Alloh adalah kembali kepada Dua Nama yang agung lagi mulia ini.

70 Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Sesungguhnya Alloh tidak tidur dan tidak patut bagi-Nya tidur.” (HR. Muslim). Alloh menafikan atas diri-Nya mengantuk dan tidur yang penafian ini mengandung penetapan sifat kesempurnaan bagi Alloh yaitu kesempurnaan kehidupan dan berdiri sendiri.

71 Alloh adalah Penguasa Alam semesta. Segala sesuatu adalah kepunyaan, ciptaan dan hamba-Nya.

72 Syafa’at adalah perantara orang lain dalam mendatangkan kebaikan atau menolak keburukan. Syafa’at disisi Alloh tidak bermanfaat kecuali dengan beberapa syarat:

  • Ijin dari Alloh kepada seseorang untuk memberi syafa’at sebagaimana ayat ini.

  • Ridho Alloh kepada orang yang diberi syafa’at dan yang memberi syafa’at sebagaimana firman-Nya: “dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Alloh.” (QS. Al-Anbiyaa’:28) dan firman-Nya: “Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Alloh Yang Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.” (QS. Tahaa:109) dan firman-Nya : “Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Alloh mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (QS. An Najm:26)

73 Ilmu dan pengawasan Alloh meliputi semua perkara yang lalu dan yang akan datang, tiada sedikitpun yang tersembunyi atas Alloh.

74 Semua makhluk tidak mengetahui sedikitpun tentang ilmu Alloh kecuali yang diajarkan-Nya melalui para rasul atau dengan sebab-sebab lainnya yang bermacam-macam.

75 Kursi Alloh adalah tempat kedua Telapak Kaki Alloh, sebagaimana ditafsirkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma :

“Sesungguhnya dia (Kursi) adalah tempat kedua Telapak Kaki Alloh” (HR. Imam Ahmad dll. Berkata al Albani: sanadnya shahih). Kursi tidak sama dengan ‘Arsy karena ‘Arsy lebih besar dari Kursi sebagaimana riwayat dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda: “Sesungguhnya ketujuh (langit dan bumi) dibandingkan Kursi adalah bagaikan sebuah gelang yang dicampakkan di tengah padang pasir. Dan sesungguhnya keutamaan ‘Arsy atas Kursi adalah bagaikan keutamaan padang pasir tersebut atas gelang tersebut.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dll. Berkata Al Albani dalam As Silsilahh Ash Shahihah nomor 109:”Tidak ada hadits marfu’ yang shahih tentang sifat ‘Arsy selain hadits ini”).

76 Hal ini disebabkan kesempurnaan kekuasaan dan kekuatan Alloh. Ini adalah sifat naïf yang mengandung itsbat (penetapan) kesempurnaan kekuasaan, ilmu, kekuatan dan rahmat Alloh.

77 Alloh Maha Tinggi secara mutlak, yaitu Maha Tinggi Dzat-Nya Yang berada di atas semua makhluk dan Maha Tinggi Kedudukan-Nya Yang bagi-Nya adalah semua sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan serta Maha Tinggi Kekuasaan-Nya Yang berkuasa atas segala sesuatu dan tiada satupun yang sanggup menghalangi-Nya.

78 Semua sifat keagungan ada pada Alloh dan bagi-Nya adalah keagungan yang sempurna dalam hati para nabi, malaikat-malaikat dan hamba-hamba-Nya yang sholeh yang mengenal-Nya.

Diantara kandungan Ayat ini adalah:

1. Di dalamnya terdapat perpaduan antara An Nafyu Wal Itsbat (penolakan dan penetapan) dalam nama-nama dan sifat-sifat Alloh.

2. Di dalamnya terdapat itsbat (penetapan) lima nama Alloh yaitu: Alloh, Al Hayyu, Al Qoyyuum, Al ‘Aliy dan Al ‘Adhiim.

3. Penetapan banyak sekali dari sifat-sifat Alloh sebagaimana telah dijelaskan dalam tafsir ayat.

4. Dalam ayat ini terdapat sepuluh kalimat yang masing-masing berdiri sendiri: (1) Alloh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) meliankan Dia (2) yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); (3) tidak mengantuk dan tidak tidur. (4) Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. (5) Tiada yang dapat memberi syafa’at di sis Alloh tanpa izin-Nya (6) Alloh mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan di belakang mereka, (7) dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya. (8) Kursi Alloh meliputi langit dan bumi. (9) Dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya, (10) dan Alloh Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Oleh sebab itu, maka barangsiapa membaca ayat ini pada suatu malam, ia selalu berada dalam penjagaan Alloh dan syaitan tidak mendekatinya sampai pagi, sebagaimana dalam hadits Abu Huarairah yang panjang dan kisahnya dengan syaitan yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Maraji:

Materi kajian “Syarh Aqidah Washithiyyah”, Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah, Masjid An Nur Jagalan Malang, pengasuh Al Ustadz Abdullah Sholeh Al Hadromi

Download PDF

About these ads

2 Tanggapan

  1. Alloh, Al Hayyu, Al Qoyyuum, Al ‘Aliy dan Al ‘Adhiim.

  2. lanjutkan dan bagus ya perlu dimengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: