Kesyirikan Dalam Agama Syi’ah

Sungguh mereka telah bersikap ghuluw terhadap keyakinan-keyakinan (aqidah) mereka sehingga membentuk sebuah agama baru yang sama sekali berbeda dengan agama Islam yang di dibawa oleh Rasulullah Shalalallhu ‘Alaihi Wassalam. Sikap-sikap yg berlebihan ini sampai membawa mereka kepada menuhankan sahabat Ali Radhiallahu ‘Anhum, sehingga untuk mengusung aqidahnya ini mereka pun tanpa malu membuat sekian banyak riwayat dusta. Berikut ini adalah kesesatan-kesesatan agama Syiah:

Mengkultuskan Sahabat Ali Radhiallahu ‘Anhum dan para imam mereka sampai derajat ketuhanan.

Mereka mengatakan bahwa unsur ketuhanan telah menyatu pada diri sahabat Ali Radiyallahu ‘anhum, misalnya sifat-sifat Rububiyah (sebagai pencipta, pemberi rizki, pengatur alam semesta dan seterusnya), Uluhiyyah (satu-satunya Dzat yg berhaq diibadahi) dan kepemilikan Asmaul-Husna. Tentu saja sahabat Ali Radiyallahu ‘anhum yg mulia berlepas diri dari semua anggapan itu, mustahil beliau menempatkan diri sebagai sesuatu yg disembah selain Allah.

Dalam riwayat yg dusta, bahwa Ali berkata: “Seandainya Abdul Hasan (beliau sendiri) bersumpah dihadapan Allah agar sudi menghidupkan orang-orang yg mati dari generasi dahulu dan akhir zaman, niscaya akan dihidupkan”. Lebih fatal lagi, orang-orang Syiah meyakini bahwa tanah kuburan Ali memiliki andil dalam turunnya rizki, kesembuhan dan pemberian Allah. (Ushul Kafi, kitab yg dianggap sekelas dg kitab Shahih al Bukhari).

Salah satu tokoh kontemporer mereka yg bernama Ibrahim Al-Amili melantunkan syair tentang penyanjungan terhadap sahabat Ali Radiyallahu ‘anhum, berikut syairnya:

Wahai Abdul Hasan (sahabat Ali) engkau adalah mata tuhan

Dan tanda kekuasaanNya yg tinggi

Engkau adalah yg menguasai ilmu-ilmu ghoib

Apakah ada sesuatu yg tersembunyi darimu

Engkaulah yg menggerakkan perjalanan semua yg tercipta

Dan engkaulah yg memiliki kekuasaan yg agung

Milikmu segala urusan, bila engkau menghendaki engkau hidupkan besok

Dan bila engkau menghendaki engkau cabut nyawa”

Demikian juga aqidah orang syiah dlm meyakini bahwa imam-imam mereka adalah orang-orang yg ma’sum (suci) serta mereka mengetahui ilmu ghoib. Dikutip oleh Al Kulaini (seorang ulamanya syiah) dalam bukunya Ushul Kafi: Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata: “Kami adalah gudangnya ilmu Allah dan kami penterjemah perintah Allah serta kami kaum yg ma’sum, diwajibkan taat kepada kami dan dilarang menyelisihi kami, dan kami menjadi saksi atas perbuatan manusia di bawah langit dan diatas bumi (Usul kafi).

Didalam kitab Ushul Kafi juga, Al Kulaini membuat suatu bahasan, Bab bahwa bumi semuanya milik Imam. Kata Abu ‘Abdillah, “Sesungguhnya dunia dan akhirat milik imam. Dia meletakkannya dimana pun yg ia kehendaki dan menyerahkannya kepada yg ia kehendaki.”

Dia juga meriwayatkan dari Imam Muhammad al Bagir: “Kami adalah wajah Allah. Kami adalah mata Allah. Kami adalah wajah Allah. Dan kami adalah mata Allah di tengah makhlukNya.”

Lebih jauh, al Kulaini membuat pembahasan tentang kehebatan para imam syiah yg mampu meliputi segala sesuatu, misalnya dia membahas, bab bahwa para imam mengetahui seluruh ilmu yg ada pada para malaikat, para nabi dan para rasul, bab para imam mengetahui kapan akan meninggal dan tidaklah mereka wafat kecuali karena keinginan mereka sendiri, bab para imam mengetahui peristiwa yg sudah berlalu, akan terjadi, tdk ada sesuatupun yg tersembunyi pada pandangan mereka, bab para imam mempunyai seluruh kitab-kitab (dari Allah), mengetahuinya dalam berbagai bahasa.

Al Kulaini yg celeka berkata dalam salah stu tulisannya, “Bahwa para imam mereka lebih utama daripada para nabi dan rasul, dan mereka memiliki kedudukan atau tingkatan yg tdk tercapai oleh para malaikat dan para rasul.”

Pengetahuan ilmu ghoibpun dinisbatkan kepada Ja’far ash Shidiq, Ja’far ash Shidiq telah berkata: “Sesungguhnya aku mengetahui segala sesuatu yg ada di langit dan bumi. Dan aku mengetahui siapa saja yg ada disurga dan nereka, dan aku mengetahui kejadian yg telah berlalu dan yg akan datang.”

Ja’far juga berkata: “Imam bisa mengetahui apa saja jika memang menghendakinya dan mereka tidak akan mati melainkan karena keinginan mereka sendiri.”

Syiah juga mengatakan bahwa wewenang untuk menghalalkan dan mengharamkan juga termasuk hak istimewa para imam syiah, al Kulaini mengungkapkan bualannya, “Mereka (para imam) boleh menghalalkan apa yg mereka kehendaki dan mengharamkan apa yg mereka inginkan. Tidaklah mereka berkehendak, kecuali pasti dikehendaki oleh Allah.”

Dalam kitab al Anwarun Nu’maniyyah, tertulis ungkapan kufur yg dahsyat,

Ringkasnya, kami tdk bersatu dg mereka (Ahlus Sunnah) pada satu ilah, nabi dan imam. sebab, mereka mengatakan bahwa Rabb mereka adalah yg Muhammad adalah Nabi-Nya, dan Abu Bakar sebagai penerus sepeningalnya. Sedangkan kami (kaum syiah) tidak mengakui Rabb ini, tidak juga pada Nabi ini. Justru kami mengatakan, sesungguhnya Rabb yg penerus Nabi-Nya adalah Abu Bakar bukan Rabb kami, dan Nabi itu bukanlah nabi kami….”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (seorang Ulama Ahlus Sunnah) menyimpulkan kebiasaan Syiah dengan penjelasannya:

Maka mereka (orang-orang syiah) menjadikan imam-imam mereka sebagai tuhan-tuhan tandingan selain Allah. Mereka beristighatshah (memohon pertolongan dlm kesulitan) kepada imam-imam mereka, saat para imam tdk bersama mereka dan setelah kematian mereka, serta disisi kubur mereka. Mereka terseret kepada perkara-perkara yg diharamkan Allah dan Rasul-Nya, yaitu berupa ibadah-ibadah yg mengandung kesyirikan, yang meniru-niru Nashara. (Minhajul Sunnah).

Hal ini semakin menguatkan pandangan, bahwa Syiah merupakan bentuk agama baru yg tdk ada hubungannya dengan Islam sedikitpun. Kitab Ushul Kafi, Anwar Nu’maniyah dan kitab-kitab lainnya yg menjadi rujukan utama Syiah, sarat dipenuhi kesyirikan dan kultus individu.

Al Qur’an Menepis Penyimpangan Aqidah Syirik Pada Agama Syi’ah

Seorang muslim yg beriman kepada Allah dan Rasul-nya tentu akan mengetahui bahwa aqidah Syi’ah adalah aqidah yang sesat, penuh dengan kesyirikan, berseberangan dengan nalar dan akal sehat, fitrah yg masih lurus, apalagi ayat-ayat Al-Qur’an.

Allah berfirman, memberitahukan Dia lah pemilik alam semesta ini. Tidak ada seorangpun yg menyertai-Nya dalam penciptaan, pengaturan, kepemilikan ataupun memerintah. Misalnya dalam ayat:

Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah, dipusakakan-Nya kepada siapa yg dikehendaki-Nya”. (QS. al A’raf:128)

Maha Suci Allah Yang ditangan-Nyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. al Mulk:1)

Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanya hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam.” (QS. Al A’raf:54)

Yang (berbuat) demikian itulah Allah Rabbmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yg kamu seru (sembah) selain Alllah tdk mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.” (QS.Faathir:13)

Para Imam Syi’ah yg dijadikan tandingan selain Allah oleh orang-orang syi’ah, tidak memiliki keistimewaan rububiyyah maupun uluhiyah sedikitpun, karena mereka adalah makhluk, tidak dapat menciptakan, tidak dapat memberikan kemanfaatan dan madharat, untuk para penyembahnya tdk dapat menolak bahaya dari neraka, tidak memiliki hidup dan mati, tidak memilki sedikitpun dari langit dan bumi, serta tidak pula ikut memiliki keseluruhannya. Allah berfirman:

Mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” (QS. Al Furqan:3)

Katakanlah, ‘Serulah mereka yg kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizikan-Nya memperoleh syafaat’.” (QS. Saba’:22-23.

Hak penetapan Halal dan haram pun juga milik khusus bagi Allah. Rasulullah Shalalallhu ‘Alaihi Wassalam pun tunduk pada ketetapan-Nya, Allah berfirman:

Wahai Nabi, mengapa engkau mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu?” (QS. at Tahrim :1)

Ilmu Allah luas tidak terbatas, meliputi segala sesuatu. Hanya Allah yg mempunyai keistimewaan ini. Pengetahuan manusia, bagaimanapun dia , tetap terbatas. Allah berfirman:

Dan pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yg ghaib; tidak ada yg mengetahuinya kecuali Dia sendiri.” (QS. al An’am:59)

Para imam Syi’ah adalah Thaghut yang disembah selain Allah, padahal Allah telah memerintahkan kepada setiap Rasul yang diutus pada tiap-tiap umat untuk mentauhidkan Allah dan menjauhi thaghut sebagaimana firmannya:

Dan sesungguhnya Kami mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu’.” (QS. an Nahl:36)

Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata: “Thaghut adalah sesuatu yang membuat seorang hamba melampaui batas terhadapnya, baik berupa sesembahan, sesuatu yg diikuti ataupun sesuatu yang ditaati.”

Makna dari ucapan Ibnul Qoyyim ini adalah seorang hamba yg melewati ketetapan yg seharusnya ia lakukan dalam syari’at maka ia dikatakan thaghut. Baik dalam bentuk (rela) disembah, yakni seperti seseorang yang rela disembah selain Allah, sehingga ia menjadi sesembahan. Ketika salah satu bentuk ibadah dipalingkan kepadanya sementara dia menyepakati dan rela diperlakukan seperti itu maka orang itu adalah thaghut. Karena ia telah melampaui batasan yang ditetapkan oelh syari’at, dan batasan untuknya di dalam syari’at adalah sebagai penyembah Allah Ta’ala bukan orang yang disembah.

Maksud dari (atau yang diikuti), termasuk didalamnya paranormal dan tukang sihir yang perkataan mereka selalu diikuti. Termasuk juga ulama suu’(jelek) yg mengajak kepada kekafiran, kesesatan, kepada bid’ah atau yg membujuk pemerintah untuk keluar dari syari’at Islam dan emngganti dengan sistem yg dibuat oleh manusia.

Maksud dari (atau yang ditaati), termasuk didalamnya para pemimpin dan pemerintah yang tidak mentaati Allah, yang mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: “Thaghut itu sangat banyak jumlahnya, akan tetapi gembong thaghut ada lima yakni: iblis la’anahullah, siapapun yg disembah selain Allah dan ia ridha dg penyembahan tersebut, orang yang menyeru manusia agar beribadah kepadanya, orang yang mengaku mengetahui perkara yg ghaib, dan orang yg berhukum dengan selain hukum Allah.”

Terakhir, Allah mengancam orang-orang yg menyekutukan apapun dengan Dzat-Nya, ancaman yg keras, siksaan neraka selama-lamanya bila mati dalam kesyirikan. Allah berfirman:

Sesungguhnya orang yg mempersekutukan (sesuatu dengan ) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada lagi bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun.” (QS. al Maidah :72)

Semoga tulisan yg singkat ini bisa menyadarkan kita, (kaum muslimin) khususnya di Indonesia akan bahaya Syi’ah dengan kesyirikan-kesyirikan yg dilakukannya dan masih banyak lagi kesesatan-kesesatan yang dilakukan Syi’ah yang sangat bertentangan dengan aqidah kaum muslimin (Ahlus Sunnah). Kita telah tahu bahwa Syi’ah telah masuk ke Indonesia dan mulai gencar melancarkan dakwahnya, untuk itulah kepada kaum muslimin (teman-teman Ahlus Sunnah) untuk memperingatkan keluarganya, teman-temannya, tetangganya akan bahayanya dakwah Syi’ah ini.

Maraji:

Kitab Min ‘Aqaidisy Syi’ah (edisi terjemahan: Menyingkap kesesatan Aqidah Syi’ah) penulis Syaikh Abdullah bin Muhammad.

Kitab Syarhu Ushulil Iman (Prinsip2 Dasar Keimanan) penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Kitab Hushuulul Ma’muul bi Syarah Tsalatsatul Ushuul (Syarah Tiga Landasan Utama) penulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, pensyarah Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan.

Majalah As Sunnah edisi 02/Tahun XI/1428 H

 

Satu Tanggapan

  1. Syi’ah harus lenyap dari muka bumi…. Kehinaan bagi pra pencela Shahabat Rasulullah yang mulia….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: