ISBAL (Menurunkan Pakaian Hingga Melebihi Mata Kaki)

 

Diantara dosa-dosa besar yang dianggap sepele dan banyak dilakukan oleh kaum muslimin adalah isbal, yaitu memakai pakaian dengan memanjangkannya sampai melebihi mata kaki, padahal ini adalah perkara besar dalam pandangan Allah. Tidak hanya orang-orang awan kaum muslim saja yang masih melakukan isbal, yang lebih mengherankan adalah mereka yang menyandang status sebagai orang yg berilmu dengan gelar-gelar agama di depan atau dibelakang namanya dan para aktivis dakwah yang begitu semangatnya menggembar-gemborkan tentang penerapan syariat islam dan daulah islamiyyah di negara ini (pada khususnya). Apakah mereka yang berstatus orang yang berilmu ini belum mengetahui hadist tentang larangan isbal? Ini adalah pertanyaan aneh, bagaimana mungkin mereka tidak tahu hadist larangan isbal padahal mereka mengaku orang yang berilmu.

Bahkan sebagian besar dari para aktivis dakwah, ketika ditanya tentang larangan berpakaian isbal maka mereka akan menjawab, “Janganlah meributkan masalah yang kecil dalam berpakaian sedangkan kita masih punya tugas besar, yaitu penerapan syariat islam dan mendirikan dualah islamiyyah!!!.” Sungguh aneh perkataan mereka, hal yang dianggap kecil saja oleh mereka, tidak sanggup diterapkan pada diri mereka bagaimana mereka akan sanggup melaksanakan perkara yang jauh lebih besar.

Sebagian lainnya beranggapan bahwa larangan isbal ini hanya ketika akan shalat saja, kalau sudah selesai maka mereka akan menjulurkan pakaiannya lagi sampai ke tanah, sebagiannya lagi mengatakan larangan isbal itu kan untuk orang yang sombong, kalau tidak sombong maka tidak terkena hadis ini. Wahai saudaraku, apakah engkau lebih merasa bersih dari sifat sombong daripada Rasulullah, padahal beliau sendiri melarang isbal untuk ummatnya dan beliau contohkan pada diri beliau sendiri.

Dari Abu Dzar Radhiallahu ‘Anhu , bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Tiga golongan manusia yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak pula dilihat dan tidak disucikan serta bagi mereka siksa yang pedih.” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengucapkannya tiga kali. Abu Dzar berkata,”Mereka celaka dan rugi! Siapa mereka itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Musbil (orang yg memanjangkan pakaiannya sehingga ke bawah mata kaki), mannan (orang yang suka mengungkit-ngungkit kebaikkannya), dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR.Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan an Nasa’i)

Sesungguhnya, ancaman untuk musbil (orang yg melakukan isbal) adalah mutlak dan umum, baik dengan maksud takabur atau tidak sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:

Keadaan sarung seorang muslim sampai pertengahan betis, dan tidak dosa antaranya dengan kedua mata kaki. Apa yang di bawah mata kaki, maka itu di dalam neraka. Dan barangsiapa menyeret sarungnya dengan kesombongan, Allah tidak akan melihatnya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah,dari Abu Sa’id Al Khudri. Hadist ini shahih)

Perhatikanlah sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam diatas “Apa yang di bawah mata kaki, maka itu di dalam neraka”, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memberikan ancaman kepada siapa saja yang memakai pakaian dengan isbal (baik sombong ataupun tidak). Tidak lah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memberikan ancaman kecuali hal tersebut merupakan dosa besar. Wahai saudaraku, hal yang biasa engkau lakukan dan engkau menganggapnya sebagai hal yang kecil ternyata di sisi Allah merupakan sebuah dosa besar.

Bagaimana jika seseorang melakukan isbal dengan niatan sombong???

Jika seseorang melakukan isbal dengan niat sombong, maka siksanya akan lebih pedih dan berat, Allah Ta’ala berfirman:

pic1.jpg

 

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Barangsiapa menyeret pakaiannya dengan sombong, niscaya Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat kelak.” Kemudian Abu Bakar bertanya, “Ya Rasulullah, kain saya suka turun dengan sendirinya kecuali kalau saya pegang.” Rasulullah menjawab, “Engkau tidak termasuk orang yang melakukannya karena sombong.” (HR. Bukhari).

Sebab dengan begitu dia melakukan dua hal yang diharamkan sekaligus, yaitu isbal dan takabur. Isbal diharamkan dalam semua pakaian, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma:

Isbal itu dalam kain (sarung), gamis (baju panjang) dan sorban. Siapa yang menyeret daripadanya dengan sombong maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” (HR.Abu Dawud).

Adapun wanita, mereka diperbolehkan menurunkan pakaiannya sebatas satu jengkal atau sehasta untuk menutupi kedua telapak kakinya, sebab ditakutkan akan tersingkap oleh angin atau lainnya. Tetapi tidak diperbolehkan melebihi yang wajar seperti umumnya busana pengantin yang panjangnya di tanah hingga beberapa meter, bahkan mungkin kainnya harus ada yang membawanya dari belakang.

 

Maraji: Kitab Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa, penulis Syaikh Muhammad bin Shalih al Munajjid.

Kitab Al-Kabair, Imam Adz-Dzahabi

2 Tanggapan

  1. Jenggot yes ..isbal No,..tegar dlm sunnah

  2. tolong pak ustadz sertakan hadist serta nash alquran tentang hukum isbal,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: