Menyakiti Orang-Orang Islam dan Mencela Mereka

 Allah Ta’ala berfirman:

ayat12.jpg

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al Akzab:58)

ayat22.jpg

“Hai orang-orang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yg diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yg mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yg diolok-olok) lebih baik daripada wanita (yg mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Hujurat: 11)

Makdsud “janganlah mencela dirimu sendiri” adalah mencela antara sesama mukmin karena orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

Panggilan yang buruk adalah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya.

ayat32.jpg

Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.” (QS. Al Hujurat:12)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah orang yang ditinggalkan oleh orang-orang karena mereka khawatir terkena perilaku bejatnya.” (HR. Bukhari, Muslim, dari ‘Aisyah radhiallahu anha)

Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Setiap muslim itu haram atas muslim yang lain; darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim dan Tirmiadzi, dari Abu Hurairah)

Setiap muslim itu saudara bagi muslim yang lain. Dia tidak akan menzhaliminya, menghinakannay, dan tidak pula meremehkannya. Keburukan seseorang itu diukur dari sejauh mana dia meremehkan saudaranya.” (HR.Muslim dan lainnya, dari Abu Hurairah)

Mencela seorang muslim itu perbuatan fasiq sedangkan memeranginya adalah perbuatan kufur.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, ada seorang wanita yg rajin shalat malam dan shiyam sunnah, tetapi tetangganya tersiksa karena lisannya.” maka belau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Dia tidak memiliki kebaikkan sama sekali. Dia akan masuk neraka.” (HR. Hakim dan dia nyatakan sebagai hadits shahih)

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Ingatlah kebaikan-kebaikan orang-orang yang sudah mati diantara kalian. Jagalah diri kalian dari menyebut keburukan-keburukan mereka.” (HR. Hakim dan dia nyatakan sebagai hadits shahih)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Barangsiapa memanggil seseorang dengan panggilan kufur atau memanggilnya dengan mengucapkan,’Hai musuh Allah!’, padahal keadaan orang itu tidak demikian, maka panggilannya tadi akan kembali kepadanya.” (HR. Bukhari, Muslim, dari Abu Dzar)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Pada malam aku dimi’rajkan , aku melewati satu kaum yang memiliki kuku dari tembaga. Mereka mencakari wajah dan dada mereka. Aku pun bertanya, ‘Siapakah mereka itu, Jibril?’ Ia menjawab, ‘Merekalah orang-orang yang memakan daging manusia dan menodai kehormatan mereka.’” (HR. Abu Dawud, dari Sahabat Anas)

ANCAMAN TERHADAP PERUSAKAN DAN PENGHASUTAN YANG DILAKUKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BERIMAN.

Dalam hadits shahih Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Sesungguhnya setan telah berputus asa terhadap orang-orang yang menunaikan shalat di Jazirah Arab untuk menyembahnya. Tetapi ia tidak berputus asa terhadap penghasutan di antara mereka.” (HR. Muslim)

Maka barangsiapa mengadu domba dua orang dari kalangan anak Adam serta membawa sesuatu yang menyakitkan yang berasal dari salah satunya dan sebaliknya, dialah ‘nammam’, si tukang adu domba. Ia termasuk tentara setan dan seburuk-buruk manusia. Dalam hal ini Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pernah menawarkan, “Maukah kalian aku beritahukan orang yang paling buruk di antara kalian?”. Para sahabat menjawab,’ Tentu, wahai Rasulullah.’ Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Orang yang paling buruk di antara kalian adalah orang-orang yang berjalan kesana kemari dengan namimah (mengadu domba), orang-orang yang membuat kerusakan di antara orang-orang yang saling mencintai, orang-orang yang terlalu memberatkan usaha pembebasa (yg dilakukan budak).”

Dalam sebuah hadits shahih menyebutkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Tidak akan masuk surga seorang nammam (pengadu domba).”(HR. Bukhari dan Muslim)

Nammam adalah seseorang yang menyebarkan pembicaraan kepada orang banyak atau kepada dua orang, pembicaraan yang menyakitkan salah satu dari keduanya atau membangkitkan amarah dalam hati sahabat atau teman dekatnya. Misalnya dengan mengatakan, “Si fulan mengatakan tentangmu begini dan begitu. Jiga ia berbuat begini dan begitu.”

KEUTAMAAN MENGADAKAN ISLAH ANTARA SESAMA MANUSIA

Allah Ta’ala berfirman:

ayat42.jpg

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. an Nisaa:114)

Mengomentari ayat tersebut, Mujahid berkata, “Ayat ini berlaku umum bagi seluruh manusia. Maksudnya, bisik-bisik dan pembicaraan manusia itu tidak ada kebaikannya sedikitpun kecuali jika itu termasuk amal kebajikan. Yaitu anjuran untuk bersedekah dan anjuran untuk berbuat yang ma’ruf.”

Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata, “Yang dimaksud dengan yang ma’ruf adalah shilaturrahim dan taat kepada Allah.”

Ummu Habibah radhiallahu anha meriwayatkan bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Pembicaraan anak Adam itu semuanya menjadi beban baginya dan tidak berpahala kecuali pembicaraan tentang amar ma’ruf, nahi mungkar dan dzikrullah.” (HR.Ibnu Majah, Ibnu Abid Dunya dan Tirmidzi)

Diriwayatkan bahwa seseorang berkata kepada Sufyan, “Hai, ini pembicaraan yang amat dahsyat!” Sufyan pun berkata, “Belumkah kamu dengar bahwa Allah berfirman,’ Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau menyuruh berbuat ma’ruf.’ Nah, pembicaraan seperti itulah pembicaraan kalian.”

Dalam hadits disebutkan,”Tidaklah disebut sebagai pendusta seseorang yang mengadakan ishlah di antara manusia dengan menumbuhkan kebaikan atau mengatakan kebaikan.” (HR. Bukhari)

Ummu Kultsum radhiallahu anha berkata:

Aku belum pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memberikan keinganan boleh berbohong kecuali dalam tiga situasi; dalam peperangan, dalam upaya ishlah antara manusia, dan pembicaraan seorang laki-laki tentang istrinya atau seorang perempuan tentang suaminya.” (HR. Ahmad)

Sahl bin Sa’ad as Sa’diy radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mendengar kabar adanya keburukan yang dilakukan oleh orang-orang Bani Amru bin Auf. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pun berangkat untuk mengupayakan ishlah di antara mereka di tengah-tengah para sahabat yang ikut dengan beliau. (HR. Bukhari)

 

Di nukil dari kitab Al Kabair (Dosa-Dosa Besar), penulis Imam Adz dzahabi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: