Shalawat Kepada Nabu Muhammad Shalallahu ‘Alahi Wassalam

SHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD

 SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM

 

 

Termasuk pula dalam berdzikir kepada Allah adalah shalawat kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, ini merupakan bagian dari dzikir kepada Allah dan ungkapan syukur kepada-nya, serta mengakui nikmat-Nya terhadap hamba-Nya dengan mengutus beliau, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Shalawat atas Nabi adalah hukumnya wajib pada saat tasyahud akhir dalam shalat-dengan lafadz yang telah diketahui sesuai menurut Sunnah-menurut pendapat yang lebih tepat dari dua pendapat ulama yang ada. Shalawat tersebut juga disyariatkan dalam berbagai kondisi, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul qoyyim bahwasanya (shalawat ini) disyari’atkan dalam 40 kondisi dengan dalil-dalilnya dalam kitab beliau, Jalaa-ul Afhaam fiish Shalaah was Salaam ‘alaa khairil Anamm. Di antaranya adalah shalawat atas Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ketika disebutkan namanya, di awal-awal do’a serta akhirnya, pada hari Jum’at, dan selainnya.

Adapun dalil disyari’atkannya adalah firman Allah:

Sesunguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab:56)

Shalawat Allah ialah pujian Allah bagi hamba-Nya di alam tinggi (alam malaikat), sebagaimana dihikayatkan oleh bukhari dalam Shahihnya dari Abdul Aliyah, ia berkata: “Shalawat Allah berarti pujian Allah bagi hamba-Nya di alam tinggi”, sedangkan menurut pendapat yang lain:rahmat, namun yang benar ialah arti yang pertama.

Shalawat malaikat ialah permohonan ampunan, sedangkan shalawat dari manusia adalah do’a.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim)

Dan disebutkan dalam kitab-kitab Sunan dari Anas radhiallahu ‘anhu dengan lafadz:

Niscaya Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali dan di hapus darinya 10 kesalahan dan diangkat baginya 10 derajat.” (HR. an Nasa-i, Ahmad, al Hakim, Ibnu Hibban. Hadits shahih)

Di bawah ini, contoh beberapa shalawat yang berdasarkan hadits-hadits yang shahih

Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Mahaagung. Berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberik berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Mahamulia.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasa-i, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lain dari Ka’ab bin Ujrah)

Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad, isteri-isteri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim. Berikanlah berkah kepada Muhammad, isteri-isteri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahamulia.” (HR. Malik dalam al Muwaththa, al Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lainnya. Lafadz tersebut riwayat Muslim dari Abu Humaid as Sa’di)

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian alam, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji (lagi) Maha mulia.” (HR.Malik, Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasa-i,dan ‘Amalul Yaum wal Lailah, Ahmad dan lain-lain dari Abu Mas’ud al Anshari)

 

Maraji’:

Kitab “Amalan dan Waktu yang Diberkahi”, penulis Dr. Nashir bin Abdirrahman bin Muhammad al Juda’i, penerbit Pustaka Ibnu Katsir.

 

Kitab “Syarah Durusul Muhimmah li Ammatil Ummah”, penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, penerbit Cahaya Tauhid Press

 

Kitab “Doa dan Wirid”, penulis Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, penerbit Imam Syafi’i

3 Tanggapan

  1. Ass.
    saya mohon saran…
    Saya seorang muslimah yg Insya Allah telah menyadari betapa nikmatnya cinta pada Allah melebihi kenikmatan apapun di dunia……..
    Namun sy sendiri msh heran dgn diri saya krn sampai sekarang sy blm yakin untuk menutup aurat saya dengan jilbab. Saya tahu memakai jilbab diperintahkan dlm Al-Quran. Namun jujur hati sy belum mantap 100% untuk melakukan itu. Walaupun untuk ibadah2 lain sy Insya Allah sy siap melaksanakan…

    Mohon saran…

    terima ksih sebelumnya

    Wa’alaikumussalam
    Segala puji bagi Alloh, Rabb semesta alam dan Pemilik segala sesuatu. Shalawat serta salam atas Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik.

    Ya ukhti,..apa yang menjadi masalahmu sehingga engkau enggan memakai jilbab. sesungguhnya Islam adalah agama yang sempurna dan sangat memperhatikan kehormatan kaum muslimah agar mereka menjadi wanita yang mulia. Islam mengatur cara berpakaian ummatnya dan termasuk diantaranya adalah disyariatkannya jilbab bagi kaum muslimah. Hal ini adalah untuk mencegah timbulnya fitnah serta kerusakan dan juga untuk menjaga diri dari gangguan orang-orang yg ada penyakit di hatinya.

    Ya ukhti,..sesungguhnya Alloh lebih mengetahui apa yang terbaik buat para hamba-Nya, boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Alloh Ta’ala telah berfirman:
    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Allohlah yang Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al Baqoroh: 216).

    Engkau perlu meluruskan niat kamu dalam beribadah,..engkau harus ikhlas hanya mengharapkan wajah Alloh. Jika engkau telah ikhlas maka engkau akan merasa nikmat dalam beribadah Memakai jilbab merupakan kewajiban seorang muslimah sebagai bentuk ketaatan kepada Alloh dan Rasul-Nya. Alloh Ta’ala berfirman:
    “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 36).
    Berikut ini adalah dalil-dalil diwajibkannya memakai jilbab bagi kaum muslimah, renungkanlah, taatilah dan amalkanlah perintah Alloh ini:
    “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” (QS. Al-ahzab : 53)

    “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min. ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS.Al-Ahzab : 59)

    “Katakanlah kepda laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya’. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka ….” (QS.An-Nur : 30-31)

    Semoga jawaban ini bisa bermanfaat bagi dirimu. Barokallahu fiik

  2. wah….makacih atas contoh2nya kumplitin donk yang banyak .hehehe

  3. Assalamu’alaikum.
    Ustadz, bolehkah ucapan seperti ini diakhir ceramah atau diakhir tulisan :
    “Semoga Shalawat senantiasa tercurah kepada Rasulullah shalallahi ‘alaihi wassalam, keluarga, para sahabat, dan para
    pengikutnya yang mengamalkan sunnah-sunnah beliau hingga akhir Zaman.”
    Terutama tambahan para sahabat, dan para pengikutnya. Dan dalilnya apa?

    Syukron wa jazakallah khairan.

    Wassalamu’alaikum.

    Abu Salman Al-Cireboni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: