Meminta Izin Kepada Kedua Orang Tua Dalam Menuntut Ilmu

MEMINTA IZIN KEPADA KEDUA ORANG TUA

DALAM MENUNTUT ILMU

Oleh: Ummu Salamah as-Salafiyyah

Download PDF

Syaikh Abu ‘Abdirrahman Muqbil bin Hadi al-Wadi’i hafizhahullah mengatakan, “Berhati-hatilah, jangan sampai kedua orang tuamu yang bodoh menghalangimu untuk mencari ilmu yang bermanfaat. Sebab, sangat banyak sekali dari para orang tua yang hatinya dipenuhi dengan cinta dunia dan berpandangan sempit sekali, mereka tidak memikirkan, kecuali masa depan anak di dunia.

Dan dalam kitab Masaa-il Ibnu Hani’ (II/164) dikatakan, ‘Aku pernah mendengar Abu Abdillah-yakni, Ahmad bin Hanbal ditanya tentang seseorang yang meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk menuntut ilmu hadits dan hal-hal yang bermanfaat baginya, maka dia berkata, ‘Jika menyangkut penuntutan ilmu, maka aku berpendapat tidak ada masalah baginya untuk tidak meminta izin kepada keduanya dalam mencari ilmu dan hal-hal yang bermanfaat baginya.’’

Dan saya tidak menyuruhmu untuk durhaka kepada kedua orang tua dan tidak juga memutuskan silaturahmi denga keduanya, tetapi saya hanya menguatkan mana yang lebih bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin. Adapun jika keduanya membutuhkanmu untuk memberi nafkah atau berbakti kepada keduanya, maka tidak boleh meninggalkan keduanya. Hal itu didasarkan pada hadits:

Dan pada keduanya berjihadlah (berhati-hatilah)’ (Al Mukhraj minal Fitnah 175)

Selain itu, hafizhahullah Ta’ala juga berkata di dalam kitab Ijaabatus Saa-il ‘alaa Ahammil Masaa-il, hal.510, sebagai jawaban bagi penanya, dimana dia bertanya, “Saya mempunyai keinginan untuk menuntut ilmu sementara orang tuaku melarangku, lalu apakah saya boleh melanggarnya dan tetap keluar mencari ilmu? Tolong beritahu kami, insya Alloh engkau akan mendapat pahala.’

Syaikh Abdurrahman hafizhahullah mengatakan, “Engkau memiliki keinginan menuntut ilmu, tetapi orang tuamu melarangmu? Apakah boleh bagimu atau tidak untuk pergi menuntut ilmu sedang orang tuamu melarangmu?

Jika orang tuamu memang membutuhkanmu untuk mencarikan rizki dan menghidupinya sementara dia tidak memiliki siapa-siapa kecuali Alloh, baru kemudian dirimu, maka engkau tidak boleh meninggalkannya sedang Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam sendiri telah bersabda:

Cukuplah seseorang berdosa karena menyia-nyiakan orang yang diberinya makan.’

Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda ketika seseorang meminta izin kepada beliau untuk ikut berjihad, lalu beliau berkata kepadanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih.’ Maka beliau bersabda, ‘Maka pada keduanya berjihadlah.’

Barangsiapa yang bertakwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq:2)

Jika engkau telah bertakwa kepada Alloh, mudah-mudahan Alloh Ta’ala akan menuntun orang tuamu yang akan mengajarimu atau minimal engkau membeli kaset-kaset ilmiah.’”

Di nukil dari kitab ‘ Dapatkan Hak-Hakmu Wahai Muslimah, penulis Ummu Salamah as-Salafiyyah, penerbit Pustaka Ibnu Katsir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: