Durhaka Kepada Orang Tua Termasuk Dosa Besar

DURHAKA KEPADA ORANG TUA

TERMASUK DOSA BESAR

Oleh Ummu Salamah as-Salafiyyah

Download PDF

Dari Abdillah bin Amir bin al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau bersabda:

Dosa besar itu adalah syirik kepada Alloh, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa seseorang dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari).

Dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Pernah disebutkan dosa-dosa di dekat Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam, maka beliau bersabda:

Syirik kepada Alloh dan durhaka kepada kedua orang tua.’ Dan beliau bersandar lalu beliau duduk seraya berkata, ‘Dan kesaksian palsu atau ucapan dusta.’” (Muttafaq ‘alaihi).

Baca entry selanjutnya

Membenarkan Dukun dan Tukang Ramal

Sesungguhnya dosa yang paling besar di sisi Allah adalah dosa menyekutukan Allah dalam ibadah dengan sesuatu. Seorang muslim yang mati dengan membawa dosa syirik ini dan belum bertaubat maka ia tidak akan diampuni oleh Allah dan tempatnya di neraka selama-lamanya. Tetapi sungguh sangat mengherankan, justru sebagian besar kaum muslimin terjerumus dalam dosa syirik ini baik itu disadari ataupun tidak disadarinya. Padahal media dakwah sekarang ini telah maju pesat, ada majalah, televisi, radio, atau bahkan internet dan bukanlah menjadi alasan bagi ummat Islam untuk  tidak mau menimba ilmu dari berbagai media tersebut. Tentunya harus selektif karena banyak juga ahlul bid’ah yg berusaha menyesatkan kaum muslimin melalui media tersebut.
Baca entry selanjutnya

Menyakiti Orang-Orang Islam dan Mencela Mereka

 Allah Ta’ala berfirman:

ayat12.jpg

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al Akzab:58)

Baca entry selanjutnya

ISBAL (Menurunkan Pakaian Hingga Melebihi Mata Kaki)

 

Diantara dosa-dosa besar yang dianggap sepele dan banyak dilakukan oleh kaum muslimin adalah isbal, yaitu memakai pakaian dengan memanjangkannya sampai melebihi mata kaki, padahal ini adalah perkara besar dalam pandangan Allah. Tidak hanya orang-orang awan kaum muslim saja yang masih melakukan isbal, yang lebih mengherankan adalah mereka yang menyandang status sebagai orang yg berilmu dengan gelar-gelar agama di depan atau dibelakang namanya dan para aktivis dakwah yang begitu semangatnya menggembar-gemborkan tentang penerapan syariat islam dan daulah islamiyyah di negara ini (pada khususnya). Apakah mereka yang berstatus orang yang berilmu ini belum mengetahui hadist tentang larangan isbal? Ini adalah pertanyaan aneh, bagaimana mungkin mereka tidak tahu hadist larangan isbal padahal mereka mengaku orang yang berilmu.

Baca entry selanjutnya