Ujian Kubur Serta Penetapan Nikmat dan Adzabnya

UJIAN KUBUR SERTA PENETAPAN

NIKMAT DAN AZABNYA

Oleh: Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhaliy

Download PDF

Ingatlah apa yang akan terjadi setelah kematian berupa fitnah kubur, yaitu pertanyaan dua malaikat Munkar dan Nakir kepada semua yang telah mati, sama saja ia di kebumikan dalam kubur, dimakan binatang-binatang buas, dibawa terbang oleh burung, atau dibawa terpencar oleh angin ke segala penjuru dan lautan. Tidak boleh tidak, ia harus mendapatkan pertanyaan tentang Rabb, Dien, dan Rasul, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan itu wahai saudaraku, perhitungkanlah baik-baik fitnah kubur ini, sebab sesungguhnya tidak ada tempat lari dan mengelak darinya, ketika itu Alloh Ta’ala meneguhkan orang-orang yang beriman dengan perkataan tsabit (teguh) dan Alloh menyesatkan orang-orang yang zhalim. Semoga Alloh merahmati Syaikh Al Hafizh bin Ahmad Al Hakamiy yang telah mengungkapkan makna ini dalam syairnya:

Baca entry selanjutnya

KITAB SYARAH BULUGHUL MARAM THAHAARAH

KITAB SYARAH BULUGHUL MARAM

THAHAARAH

BAB AIR

Download PDF

Hadits Pertama

ayat1.jpg

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda tentang laut: “Airnya suci dan bangkainya halal.”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam empat dan Ibnu Abi Syaibah. Lafazh ini adalah miliknya. Ibnu Khuzaimah dan At Tirmidzi menshahihkan hadits ini. (HR. Imam Malik, Syafi’i dan Imam Ahmad)

Baca entry selanjutnya

Perintah Untuk Berpegang Teguh Dengan Sunnah Rasul dan Sunnah Khulafaur Rasyidin

Dari Abu Najih al-‘Irbadh bin Syariyah, ia mengatakan, “ Rasulullah memberikan nasehat kepada kami dengan satu satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat mata menangis karenanya. Maka kami mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, seolah-olah ini adalah nasihat orang yang akan berpisah, maka berwasiatlah kepada kami.’ Beliau bersabda,Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat, meskipun yang memerintah kalian adalah seorang hamba sahaya. sesungguhnya barangsiapa yang masih hidup diantara kalian sepeninggalku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib atas kaliah berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin al Mahdiyyin (para khalifah yg lurus lagi mendapat petunjuk). Gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham. Dan hati-hatilah terhadap perkara-perkara yg diada-adakan (dalam agama), karena setiap bid-ah adalah kesesatan.’” (HR. Abu Dawud dan at Tirmidzi, dan ia mengatakan, “Hadist ini hasan shahih).
Baca entry selanjutnya

Bagaimana Allah Membalas Niat Baik dan Buruk

Oleh: Syaikh Shalih Alu Syaikh
Diterjemahkan secara bebas Oleh: Abu Fatah Amrullah (Alumni Ma’had Ilmi)
Murajaah: Ustadz Asas El Izzi, Lc. (Pengajar Islamic Centre Bin Baz)

وَعَنِ بْنِ عَبَّاسٍ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا- عَنْ رَسُوْلِ اللهِ فِيْمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ: إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَالِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ، فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا، فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشَرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضَعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ، فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا، فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً رواه البخاري ومسلم بهذه الحروف

Baca entry selanjutnya

Siapakah Wali Allah

Oleh: Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh
Diterjemahkan oleh: Abu Fatah Amrullah (Alumni Ma’had Ilmi)
Murojaah: Ustadz Aris Munandar

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله: إن الله تعالى قال: من عاد لي وليا، فقد آذنته بالحرب، وما تقرب إلى عبدي بشيء أحب إلي مما افترضته عليه، ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته، كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورجله التي يمشي بها، ولئن سألني لأعطينه، ولئن استعاذني لأعيذنه رواه البخاري

Baca entry selanjutnya

JAGALAH ALLAH NISCAYA ALLAH MENJAGAMU

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas ra ia mengatakan, “Pada suatu hari ak pernah dibonceng dibelakang Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, lalu beliau bersabda, “Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ’Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya dihadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah bahwa seandainya suatu kaum berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yg telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk memberi suatu kemudharatan kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi kemudharatan kepadamu kecuali dengan sesuatu yg telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’” (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata,” Hadist ini hasan shahih).
Baca entry selanjutnya